Memenuhi Undangan

Akhirnya kau datang

Memburai tawa di

kelam malam

Menuntasi rinduku

sejak sore tadi

Tiba-tiba pipi

bersemu merah

Senyum mulai tercipta

Kata-kata adalah

perjumpaan paling

berarti

Saat hampa dan sunyi

semakin tebal

menyelimuti

Terima kasih

sudah menemani

Kalau bisa

sering-seringlah

kemari

Advertisements

Me(nanti)

Malam terlarut sepi

Rindu menggapai-gapai

langit

Menanti bulan menghampiri

Lalu, hanya ada sunyi

Sunyi sekali…

Berdistraksi

Pagi tadi aku berdistraksi

pada gejolak rasa di dada

Kala malam telah kutulis

tentangmu di lembaran

sajak penuh rahasia

Adakah kau rasa?

Saat sepi bukan lagi

hal yang menyedihkan

Dan sunyi adalah

waktu yang tepat

untuk mengadu pada malam

Tentang harapan-harapan

yang telah pupus

Dan sekelumit rasa

yang tak dapat

didefinisikan oleh hati

Kini aku benar-benar buta

pada diriku sendiri

Maka, sudikah kamu

merasa dan menjadi

mataku untuk malam ini?

Naik Bis

Aku sedang memikirkanmu

Di dalam bis ibu kota

Yang beratap langit abu tua

Dan kaca samping kiri

yang kubuka

Agar mudah bagi angin

mengantar bayangmu

masuki kepalaku

Untuk sekadar

menggurat senyum

di ujung sepiku

Menikmatimu

Kali ini bising mulut manusia sangat menyenangkan. Bukan tentang kata apa yang dilempar, tetapi sosokmu yang menyelip dalam keramaian. Memaksa mataku menikmati tiap inci tubuhmu. Membiarkan pikiranku melayang tanpa perlu kau tahu. Mengabaikan manusia-manusia tak berguna di sekelilingku

Kemudian mataku mengirim perasaan tak bernama di siang ini. Mau tidak mau kuterima dengan tanda tanya besar di kepalaku. Kau tahu, aku sudah pernah belajar untuk melepas sesuatu yang tidak pernah kumiliki? Kemudian segalanya buyar ketika satu kalimat keluar dari mulutmu

Perasaan-perasaan aneh ketika melihatmu kembali merasuk ke dalam jiwa. Aku tak ingin meski sebenarnya ingin. Keterpaksaan hanya akan membuatku lebih tersesat. Maka kunikmati saja apa yang kembali pada jiwaku juga mataku. Walau harap sudah lama kulempar jauh-jauh

Aku Senang

Aku senang dengan
buku-buku puisi
di toko buku favoritku
Mereka membuatku
bingung
Buku siapa yang
akan siap kulahap
di tengah malam
nanti

Aku juga senang
berbincang tentang
buku kesukaanmu
Atau jenis musik
kesukaanmu
Atau orang-orang
di sekitarmu
Atau apapun
Asal berbau kamu

Malam ini aku senang
Sangat senang